Custom Search
Rabu, 03 Agustus 2011

Bimasakti Pun Ikut Bersaing

JAKARTA, BPOST-Bertebarannya mobil berkonsep teknologi canggih dari 27 merek ternama luar negeri dalam indonesia international motor show (IIMS) 2011 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, adalah pemandangan biasa. Di antara mobil-mobil baru, canggih dan mewah itu "terselip" mobil unik. Mobil itu bernama Bimasakti, karya mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Secara materi, mobil balap itu tidak sebanding nilainya dengan puluhan mobil yang dipamerkan selama 10 hari sejak jumat (22/7). Rencananya, mobil formula itu mewakili indonesia pada 9th Student Formula Society of Automotive Engineers of Japan 2011 di Sirkuit Shizouka Jepang, 5-9 September 2011. Lawan yang akan dihadapi adalah mobil inovatif dari 86 Universitas ternama dari berbagai negara, seperti China, India, Jepang, Korea Selatan, Pakistan, dan Thailand.

Pembuatan mobil Bimasakti dilakukan sejak Januari 2011, menggunakan mesin Suzuki Thunder 250 cc bantuan Ikatan Ahli Teknologi Otomotif (IATO). Dengan kapasitas mesin itu, mobil dapat meluncur dengan kecepatan 140-160 kilometer/jam. Biaya yang dikeluarkan untuk merakitnya mencapai Rp 140 Juta. "Mobil ini dirangkai sedemikian rupa sesuai peraturan yang sudah ditetapkan Japan Society of Automotive Engineers, selaku penyelenggara,"kata anggota tim Bimasakti, Dodi Jonathan Hutabarat.

Dalam event itu, imbuh Dodi, banyak kategori yang dilombakan seperti konsumsi bahan bakar, durability, kecepatan sampai adu cepat. Presiden IATO, Gundai Shinduwinata menambahkan, Bimasakti menjadi mobil perdana indonesia yang berlaga di ajang Kompetisi Formula Pelajar di Jepang. Rabu (20/7) mobil itu diluncurkan oleh Rektor UGM Sudjawardi di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, Kampus Bulaksumur, Yogyakarta.

Setelah diluncurkan, mobil langsung dua kali mengelilingi Boulevard UGM. Sayang, sempat terjadi insiden karena mobil tergelincir dan menabrak portal. "Akibat insiden itu, memang ada kerusakan tetapi tidak mempengaruhi performa kendaraan. Hanya bagian depannya yang rusak,"kata Koordinator Dosen Pembimbing Tim Bimasakti, Fauzun. Sang Pengemudi, Muhammad Audi Yusuf mengatakan ada performa dan tarikan Bimasakti sesuai target namun ada kekurangan di sistem steering.

"Steering yang digunakan bukan sistem untuk balap mobil steering, tetapi menggunakan sistem seperti mobil yang memiliki radius putaran yang cukup luas. Ke depan akan dilakukan pengembang an pada sistem ini agar mendapatkan performa maksimal saat kompetisi,"katanya. (kps/tribunnews/tj)

0 komentar: